Cara menghitung persentase

· 3 menit baca

Perhitungan persentase muncul terus-menerus — diskon, pajak, tip, nilai sekolah, analisis data, indikator bisnis. Matematikanya sederhana, tetapi melakukannya secara mental dengan angka nyata adalah tempat kesalahan terjadi.

Empat masalah persentase

Sebagian besar pertanyaan persentase masuk ke salah satu dari empat kategori ini:

1. Berapa X% dari Y?

Rumus: (X / 100) × Y

Contoh: berapa 15% dari 200? → (15 / 100) × 200 = 30

Digunakan untuk: menghitung tip, diskon, jumlah pajak, komisi.

2. X adalah berapa persen dari Y?

Rumus: (X / Y) × 100

Contoh: 45 adalah berapa persen dari 180? → (45 / 180) × 100 = 25%

Digunakan untuk: nilai, tingkat konversi, pembagian anggaran.

3. Perubahan persentase (kenaikan atau penurunan)

Rumus: ((Baru - Lama) / Lama) × 100

Contoh: harga naik dari 80 ke 100 → ((100 - 80) / 80) × 100 = kenaikan 25%

Digunakan untuk: perubahan harga, tingkat pertumbuhan, perbandingan kinerja.

4. Persentase terbalik

Rumus: Akhir / (1 + persentase/100) untuk kenaikan, atau Akhir / (1 - persentase/100) untuk penurunan

Contoh: setelah kenaikan 20%, harga 120. Asli? → 120 / 1,20 = 100

Digunakan untuk: menemukan harga sebelum pajak atau markup.

Cara menggunakan kalkulator

  1. Pilih jenis perhitungan Anda — pilih salah satu dari empat mode di atas.
  2. Masukkan angka Anda — ketik nilai Anda di bidang.
  3. Baca hasilnya — diperbarui secara instan saat Anda mengetik, tidak ada tombol untuk diklik.

Tips

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana menghitung berapa persen suatu angka mewakili angka lain?

Bagi bagian dengan keseluruhan dan kalikan dengan 100. Misalnya, 30 adalah berapa persen dari 120? (30 / 120) × 100 = 25%.

Bagaimana menghitung kenaikan atau penurunan persentase?

Kurangi nilai lama dari yang baru, bagi dengan yang lama, dan kalikan dengan 100. Jika harga berubah dari 80 ke 100, kenaikannya adalah ((100 - 80) / 80) × 100 = 25%.

Apa itu persentase terbalik?

Persentase terbalik menemukan angka asli sebelum persentase diterapkan. Jika sebuah barang berharga Rp 120.000 setelah markup 20%, harga aslinya adalah 120.000 / 1,20 = Rp 100.000.

Mengapa saya mendapat hasil yang sedikit berbeda di kalkulator yang berbeda?

Perbedaan pembulatan. Beberapa alat membulatkan ke 2 desimal, yang lain ke lebih banyak. Matematika dasarnya sama. Untuk sebagian besar penggunaan, 2 desimal sudah cukup.